"Kita sudah cek rekaman CCTV (Circuit Closed Television) di apartemen tersebut, tapi tidak ada yang mencurigakan. Bisa saja pelaku lewat pintu darurat," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Irwan Anwar saat dihubungi wartawan, Senin (3/10/2011).
Irwan menjelaskan, CCTV di Apartemen City Home hanya terdapat di setiap lift. Ada lima lift di apartemen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan akses menuju unit-unit apartemen bukan hanya lift saja. Selain lift, ada juga pintu darurat yang tidak dilengkapi CCTV.
"Ada 21 titik masuk pintu darurat di lokasi, ini sulit kita lacak karena banyak pintu masuknya," kata dia.
Sementara itu, Irwan mengungkapkan, untuk masuk ke unit apartemen melalui lift hanya bisa diakses oleh penghuni dengan menggunakan kartu, sekuriti dan pengelola apartemen. Namun, penghuni hanya bisa mengakses lift untuk menuju ke kamar unitnya masing-masing.
"Kalau korban kan tinggal di level 16, hanya bisa berhenti di level 16 saja. Kecuali sekuriti, itu dia bisa mengakses ke semua level," kata dia.
Bahkan, pada Minggu (2/10), sopir korban, Handi Wijaya yang hendak menjemput majikannya itu meminta bantuan ke sekuriti untuk membukakan pintu lift.
"Namun, saat sopir naik ke atas, dia mengetok-ngetok pintu tapi tidak dibuka. Kemudian dia coba dorong-dorong pintu, ternyata pintunya tidak terkunci," kata Irwan.
Karunandhi ditemukan tak bernyawa di apartemennya di Kamar 1621 Blok City Home Apartemen Mall of Indonesia di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (1/10) lalu. Korban yang bekerja sebagai pimpinan proyek pembangunan tower di PT Jurong Engineering Lestari tu diduga dibunuh. Korban terbunuh dengan luka tusukan pada leher kanannya.
(mei/ndr)










































