Golput di Pekanbaru 35%
Kamis, 08 Jul 2004 17:03 WIB
Pekanbaru - Jumlah masyarakat yang telah terdaftar tapi enggan menggunakan hak suaranya alias golput dalam Pilpres di Pekanbaru cukup fantastis, mencapai 35 persen atau sekitar 170 ribu orang. Angka itu membengkak dibanding saat pemilu legislatif.Anggota KPUD Pekanbaru, Anthoni Yuliandri, mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Kamis (8/7/2004) saat melakukan penghitungan terakhir Pilpres untuk wilayah Kota Pekanbaru di KPUD Jl Mustapasari, Pekanbaru. Menurutnya, 170 ribu orang yang tidak menggunakan hak pilih itu sebagian besar karena faktor kesengajaan. Sedangkan selebihnya mungkin disebabkan kelalaian atau tidak memiliki waktu luang untuk mengikuti pencoblosan."Tapi kita perkirakan 170 ribu hak suara yang golput itu sebagian besar merupakan faktor kesengajaan untuk tidak menggunakan hak politiknya. Sedangkan fakto kelalaian sangat minim sekali," kata Anthoni. Menurutnya, banyaknya golput saat Pilpres ini karena kurangnya kesadaran politik masyarakat sebagai warna negara. Hal itu bisa dibuktikan karena jauh sebelum hari H, pihak KPUD Pekanbaru telah menyebarkan undangan ke setiap warga yang telah terdaftar sebagai pemilih. Kendati surat undangan itu telah disebarkan langsung ke rumah-rumah warga, namun hinga hari H banyak warga yang tidak datang ke TPS."Salah satu bukti masyarakat sengaja untuk memilih golput itu karena kita telah menyebar undangan ke seluruh calon pemilih yang telah terdaftar. Tapi nyatanya, hingga hari pemilihan, banyak warga yang tidak menggunakan hak politiknya," kata Anthoni.Dijalaskan, jumlah pemilih yang terdaftar di KPUD Pekanbaru sebanyak 491.000. Sedangkan yang menggunakan hak suaranya yang sah 315.446 dan suara tidak sah 3.571. Dengan demikian jumlah masyarakat yang hadir di TPS baik suara sah maupun tidak sah mencapai 319.017. Itu artinya dari jumlah pemilih 491.000, sekitar 171. 983 pemilih yang telah terdaftar tidak menggunak hak pilihnya."Kita perkirakan sekitar 35,02 persen atau sekitar 170 ribu lebih pemilih terdaftar tidak menggunakan hak politiknya alias golput. Ini sebuah angka yang cukup fantastis sekali. Sebab pemilu legislatif lalu suara golput hanya berkisar 13 persen," katanya.Sementara itu hasil penghitungan akhir di KPUD Pekanbaru, Kamis pukul 15.00 WIB, SBY-Kalla ada di puncak dengan 121.280 suara, disusul Amien-Siswono 98.190 suara. Selanjutnya Wiranto-Solah 61.738 suara, Megawati 30.609 suara. Urutan terakhir Hamzah dengan 3.631 suara.
(nrl/)











































