Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Irwan Anwar mengatakan pihaknya belum mengetahui identitas pria tersebut.
"Belum tahu siapa pria itu, menurut saksi sih mukanya seperti orang Indonesia," kata Irwan saat dihubungi wartawan, Senin (3/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahuinya ada pria di dalam kamar korban ini bermula dari pengungkapan keterangan sopir. Menurut sopir korban yang bernama Handi Wijaya, sebelum korban naik ke apartemennya, korban pergi ke rumah makan Padang yang berada di basement apartemen itu.
"Menurut sopir, korban pulang sekitar pukul 21.30 WIB. Nah sebelum naik ke atas, korban ke rumah makan padang dulu yang ada di basement untuk pesan air mineral," kata Irwan.
Usai mengantar majikannya, Handi langsung pulang. Keterangan Handi ini, senada dengan keterangan pegawai rumah makan Padang.
"Pegawai rumah makan padang juga mengiyakan, kalau korban ke situ pesan air mineral galon. Pegawai rumah makan juga sudah kenal korban, karena korban langganannya," jelas Irwan.
Nah, usai korban memesan air mineral galon, pekerja rumah makan lalu mengantar air itu tersebut ke kamar korban. Saat masuk ke kamar korban, pengantar aqua melihat ada seseorang di dalam kamar apartemen korban tersebut.
"Menurut keterangan saksi, bukan korban yang buka pintu, tapi ada pria lain yang ngebukakan pintu," ujarnya.
Saksi pengantar aqua sendiri mengaku tidak mengetahui siapa pria tersebut. Bahkan, polisi sempat menunjukkan wajah-wajah yang terrekam CCTV lift kepada saksi.
"Kita sudah tunjukkan CCTV ke pegawai rumah makan itu, mana tahu pria itu lewat lift. Tapi, menurut pegawai rumah makan itu, tidak ada (yang dikenal di CCTV)," tambah Irwan.
Hingga kini, polisi masih mencari jejak pria misterius itu. Sementara polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut. WN Singapura ini diduga dibunuh pada Sabtu (1/10). Sebuah uka tusuk terdapat di leher korban. Polisi juga menyita pisau dapur dari lokasi kejadian.
(mei/ndr)










































