Golkar Tentukan Koalisi Setelah Penghitungan Suara 75%
Kamis, 08 Jul 2004 17:01 WIB
Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bomer Pasaribu menyatakan bahwa partainya siap jika pasangan Wiranto-Wahid kalah, juga siap untuk berkoalisi."Untuk koalisi pada putaran kedua tentu kami siap, karena kita partai yang modern dan antisipasif. Kalau terjadi Wiranto-Solahudin Wahid kalah, kita akan siapkan beberapa opsi terbaik dalam jangka panjang," kata Bomer.Bomer juga menekankan agar koalisi-koalisi baru harus tersusun meyakinkan, supaya presiden terpilih nanti bisa mendapat dukungan yang relatif memadai dari DPR.Bomer juga berpendapat, koalisi ideal dalam pemilihan presiden putaran kedua September mendatang adalah koalisi antara Partai Golkar dengan PDIP, Partai Demokrat, dan PKB, yang disebutnya sebagai "grand koalisi".Hal tersebut dikatakan oleh Bomer kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam diskusi Program Capres Cawapres Memberantas Kemiskinan dan Perbaikan Ekonomi di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2004 (TNP) di Flores Room Hotel Borobudur Jl. Lapangan Banteng, Jakpus, Kamis (8/7/2004)."Kalau 'grand koalisi' ini terjadi, 65% sudah menguasai parlemen. Tapi hal itu tergantung 3 hal. Yang pertama perolehan suara, yang kedua hubungan kita untuk kehidupan eksekutif yang sinergi dengan legislatif, dan yang ketiga perlu adanya semacam power sharing," tambah Bomer.Ketika ditanya apakah kemungkinan grand koalisi itu menuju ke SBY atau Partai Demokrat secara khusus, Bomer tidak menampik hal tersebut. "Kami bisa berkoalisi dengan siapapun. Saat ini dengan PKB. Bisa juga dengan Partai Demokrat, kalau memungkinkan," jelas Bomer.Tapi, Bomer melanjutkan, soal koalisi dengan siapa pun atau dengan partai mana pun itu, pihaknya masih menunggu setelah 75% suara masuk atau sampai angka sekitar 90 juta suara.
(wrs/)











































