"Itu salah. Yang bikin bom pun salah. Malah nggak boleh itu, bom sembarangan. Itu ibadah yang ngawur, itu hanya sekadar emosi tak berdasarkan syariat," kata Ba'asyir.
Hal itu disampaikan Ba'asyir saat hendak menuju Klinik Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2011) untuk periksa gigi. Ba'asyir mengenakan gamis dan peci putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu omong kosong, kan saya baiat banyak orang, tapi kan JAT tidak pernah berbuat seperti itu, tidak pernah mengajarkan seperti itu. Saya tidak kenal, saya tidak tahu," kata Ba'asyir.
Ba'asyir pun meminta semua pihak tidak mengait-kaitkan keduanya dengan JAT. Bisa saja keduanya memang anggota JAT, namun bukan berarti JAT bisa disalahkan karena selama ini JAT tidak pernah mengajarkan hal semacam itu.
"Itu urusan anggota masing-masing. Umpama pun ada anggota yg terlibat, kan ga bisa disalahkan JAT-nya, kalau misalkan ada polisi yg melakukan kesalahan, masa Mabes Polri dibubarkan, kan itu urusan pribadi," kata Ba'asyir.
(ken/fay)











































