"Pergaulan sangat bagus. Kita merasa kehilangan walapun dikenal jahil, tapi ngemong anak buahnya," ujar Supriyono di TPU Malaka, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin (3/10/2011). Supriyono merupakan rekan almarhum saat di Pelita Air.
Di mata Supriyono, Famal sangat baik dan ramah pada teman dan bawahannya. Apalagi mereka memiliki kenangan saat pergi selama 45 hari untuk menghadiri Malaysia Initial Type Rating Fokker 50.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Supriyono, Famal berkecimpung di Pelita Air sejak tahun 1983. Famal mengawali karirnya dengan menjadi pramuragara dan pada tahun 1996 pindah ke divisi penerbangan.
"Tahun 2010 Famal pensiun dan pindah ke Nusantara Buana Air (NBA)," tutur Supriyono.
Sementara itu saat pemakaman, istri dan ketiga anak Famal, yakni Rizal, Bari dan Taris, terlihat tabah. Keadaan ini jauh berbeda saat jenazah ayah mereka tiba di rumah duka.
(nik/fay)











































