"Jadi kalau bicara prestasi, kita ini segunung-gunung. Banyak sekali. Kalau masalah prestasi ditanya, saya semangat menjawabnya," ujar Patrialis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2011).
Dia memaparkan, Kemenkum HAM memiliki 11 unit eselon 1, 756 unit pelaksana teknis dan hampir 50 ribu orang pegawai. Mengelola lembaga sebesar itu tentu saja bukan perkara yang mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku sudah membersihkan imigrasi. Kini pelancong, menurut Patrialis, kian nyaman bepergian ke Indonesia.
"Tarif juga itu resmi dan dipaparkan kemana-mana. Di kantor imigrasi dilarang memberikan sogok, percaloan kita tertibkan. Dari segi paspor sudah maju lagi memberikan servis bagi penduduk asing penyelesaian imigrasi di pesawat. Kita juga sudah online dan kita bisa melacak warga negara kita yang memiliki paspor ke luar masuk Indonesia. Kita sudah masuk tahapan e-pasport yang memenuhi prosedur internasional," pamernya.
Ia juga mengaku sudah mereformasi sistem permasyarakatan. Kini keluarga tahanan lebih mudah memantau perkembangan kasus dan kebebasan saudaranya yang ditahan.
"Kemudian dalam proses kesehatan kita kerjasama betul dengan Menkes. Semua orang ditahan kemudian sakit sudah langsung dirawat. Kita jufa sudah menandarangani MoU dengan Polri," tegas politisi PAN ini.
Apakah karena segunung prestasi ini Pak Patrialis merasa aman dari reshuffle?
"Kita yang penting bekerja. Nggak usah dipikirin yang di luar jangkauan kita," jawabnya sambil tertawa.
(van/lh)











































