"Saya sudah konsultasikan dengan DPP. DPP dan Fraksi meminta saya tetap bekerja sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran. Jadi, saya tidak mengundurkan diri dan tetap bekerja sesuai perintah partai," kata Tamsil kepada detikcom, Senin (3/10/2011).
Tamsil akan memimpin Banggar membahas RAPBN 2012. Ia menjanjikan menuntaskan RAPBN 2012 tepat waktu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tamsil sebelumnya menghadap Presiden PKS terkait rencana pengundurannya. Namun, DPP PKS menolak rencana Tamsil.
"Mengenai rencana pengunduran diri Pak Tamsil, kita sudah bahas di DPP, dan DPP tidak melihat ada alasan bagi Tamsil untuk mundur," tegas Sekjen PKS, Anis Matta, kepada detikcom, pada Sabtu 1 Oktober 2011.
DPP PKS mendorong Tamsil bekerja lagi sebagai Wakil Ketua Baggar DPR. Tamsil diminta fokus menuntaskan pembahasan RAPBN 2012.
"Agar tetap melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan Banggar dan menyelesaikan tugas-tugasnya," kata Anis.
Tamsil Linrung mulai tidak nyaman karena terus disorot terkait pemeriksaan KPK. Tamsil mulai berpikir untuk mundur dari jabatannya di Banggar, bahkan keanggotaannya di DPR.
"Saya memang kalau lelah begini lebih baik mundur dan menghadapi pemeriksaan KPK supaya tidak menjadi beban dan lelah begini," keluh Tamsil pada detikcom, Kamis (29/2).
Tamsil mengaku mengusulkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk percepatan infrastruktur transmigrasi. Namun, ia mengaku tak tahu apa kesalahannya.
"Ya kalau kita salah ya kita hadapi salahnya seperti apa, apa konsekuensi hukumnya. Kalau memang salah ya, saya siap bertanggung jawab," tutur Tamsil.
(van/aan)










































