24 Ribu Pemilih di Al Zaytun Anggota NII
Kamis, 08 Jul 2004 16:00 WIB
Jakarta -
Sebanyak 24.000 lebih pemilih yang dimobilisassi mencoblos Wiranto di Ponpes Al Zaytun adalah anggota Negara Islam Indonesia (NII). Mereka dikerahkan dari berbagai wilayah. Mereka adalahaparatur NII di 28 provinsi dan koordinator di luar Pulau Jawa.Hal itu diungkapkan peneliti dan mantan anggota NII, Anto Sukanto, didampingi Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Amin Djamaluddin di Sekretariat LPPI, Jl.Tambak 20D, Manggarai, Jaksel, Kamis (8/7/2004). Menurut Anto, mereka itu adalah anggota NII dari KW 9."Dalam pemilihan legislatif mereka diperintahkan oleh pimpinan tertingginya untuk memilih PKPB. Dan dalam pemilihan presiden diserukan memilih Wiranto," kata Anto.Dituturkannya, para pemilih diakomodasi untuk datang ke Al Zaytun satu hari sebelum pencoblosan. Mereka datang dengan menggunakan ratusan bus bahkan warga NII dari Jakarta dan berbagai provinsi lain, menggunakan bus dan KA."Mereka merupakan aparatur desa, kecamatan, kabupaten, sampai koordinator di luar Jawa. Mereka ditampung atas nama Yayasan Pesantren Indonesia Ma'had Al Zaytun," ungkap Anto.Lalu apa kompensasi memilih Wiranto? "Saya tidak tahu, tapi mereka harus mematuhinya para pemimpinnya, yaitu untuk memperjuangkan tegaknya NII," jawab Anto.Anto menjelaskan, tubuh NII pecah menjadi 2 struktur. Pertama, struktur fungsional dan struktur teritorial. Struktur teritorial diarahkan untuk anti-NKRI. Sedangkan struktur fungsional pro NKRI. "Jadi, Ketua Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang bermain sendiri dalam deal-dealnya. Yang di bawah, kita hanya tahu perintah dari pimpinan," urai Anto seraya menambahkan bahwa semua TPS yang dibuat di Al Zaytun itu untuk mendukung PKPB dan Wiranto.Ketua LPPI Amin Djamaluddin menambahkan, di DKI Jakarta, ada 120 ribu warga NII. "Mereka memilih di 83 TPS dan 1 PPS. Dari 24 ribu pemilih di Al Zaytun, 5.000 di antaranya adalah santri di sana. Selebihnya dikerahkan dari luar Al Zaytun," demikian Amin.Seperti diberitakan, Panwaslu Jawa Barat menemukan kejanggalan pelaksanaan pilpres 2004 di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Desa Makar Jaya, Kelurahan Gantar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, yakni jumlah pemilih yang bertambah dan banyak yang berasal dari luar Indramayu.Jumlah pemilih di Ponpes Al-Zaytun untuk Pilpres 2004 sebanyak 24.825 orang, padahal pada pemilu legislatif 5 April 2004 lalu jumlah pemilihnya hanya 11.565 orang. Dengan demikian ada penambahan sebanyak 13.253 orang.Bahkan bilamana mengacu kepada hasil pendataan BPS sebelum pelaksanaan pemilu legislatif lalu, jumlah pemilihnya juga hanya 4.962 orang. Kerancuan lainnya, jika dihitung antara jumlah pemilih untuk pemilu legislatif sebanyak 11.565 orang ditambah 13.253 orang berarti jumlahnya 24.818 orang, bukannya 24.825 orang.Namun pada kenyataannya saat pelaksanaan pilpres di Ponpes Al-Zaytun yang memiliki 83 TPS itu, jumlah pemilih bertambah lagi menjadi 24.825 orang. Berdasarkan fakta di lapangan jumlah pemilih nyata yang bukan warga Ponpres Al-Zaytun sebanyak 14.310 orang.Orang-orang yang dimobilisasi itu banyak yang menumpang kendaraan bertuliskan Mabes TNI. Buntutnya, seorang letkol yang bertanggung jawab pada kendaraan dinas Mabes TNI pun dicopot dan 21 sopirnya diperiksa karena dianggap melakukan komersialisasi kendaraan dinas.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































