"Pada tahun ini pelayanan jamaah haji lebih ditingkatkan. Sebanyak 93 persen pemondokan jamaah haji terletak kurang dari 2 KM, sedangkan 7 persen kurang dari 2,5 KM dari Masjidil Haram. Lebih dekat lebih sehat karena faktor kelelahan menjadi masalah utama," kata Suryadharma, dalam jumpa pers usai melepas calon jamaah haji kloter Jakarta, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (2/10/2011).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan upaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan terhadap jamaah haji dilakukan sejak jamaah masih berada di tanah air.
"Kita mulai ada dana operasional yang diberikan ke puskesmas. Petugas puskesmas datang ke rumah, sebab lebih dari 50 persen jamaah haji kita sudah tua," kata Endang.
Lebih lanjut Endang menambahkan, dalam setiap penerbangan menuju Arab Saudi disiagakan 1-2 orang perawat. Bagi jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit berbahaya akan diberi tanda.
"Yang sakit akan diberi gelang dengan tanda Z hitam sehingga dapat dikenali jemaah yang memiliki resiko tinggi. Sedangkan saat berada di Arab Saudi, ada beberapa balai pengobatan yang kami sediakan di Madinah, Jeddah dan Makkah," terang Endang.
(feb/feb)











































