"Kita mengakui adanya kelambatan dalam proses evakuasi. Ini karena adanya masalah dalam mengkoordinasikan sumber daya yang ada. Selain itu kelemahannya adalah usia badan ini yang masih tergolong muda," ujar anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hakim kepada detikcom, Sabtu (1/10/2011).
Lebih jauh politikus PKS itu menjelaskan, dengan banyaknya keterbatasan ini membuat pergerakan dari Basarnas sendiri masih terhambat. Untuk mengatasi masalah itu, nantinya Basarnas akan didorong menjadi badan yang lebih kuat secara kelembagaan maupun secara pembiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam waktu dekat, hal yang mungkin dilakukan untuk memperbaiki kinerja Basarnas adalah dengan adanya tim yang bisa mengkoordinasi. Tim inilah yang nantinya akan bekoordinasi dengan instansi-instansi terkait lain.
"Untuk solusi jangka waktu dekat ini, caranya adalah dengan adanya tim khusus di masa transisi yang bisa mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang dipunyai oleh Basarnas," tutupnya.
Seperti diketahui, pesawat Cassa milik PT Nusantara Buana Air (NBA) jatuh pada Kamis (29/9) di pegunungan Bahorok. Pada Kamis sore titik jatuh pesawat sudah diketahui dan terindentifikasi. Namun evakuasi sampai pada bangkai pesawat baru bisa dilakukan pagi tadi.
Keluarga korban sempat melakukan protes atas kelambanan ini. Mereka bahkan ada yang mengaku sempat dikontak oleh anggota keluarga mereka. Diduga ada korban yang mengalami luka, namun karena pertolongan tak kunjung datang penumpang pesawat tidak terselamatkan.
(lrn/lrn)











































