"Dia dikenal sangat tertutup dan tidak pernah bergaul di lingkungannya," terang Kapolres Solok, AKBP Lufti Martadian kepada detikcom, Minggu (2/10/2011).
Lebih jauh Lufti menambahkan, kondisi lingkungan tempat orang tuanya tinggal merupakan perkampungan yang ramai. Bukan seperti tempat persembunyian teroris yang biasanya memilih untuk bersembunyi di tempat yang jauh dari peradaban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri menangkap seorang yang diduga anggota jaringan teroris Cirebon di Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Terduga teroris bernama Beni Asri (26) itu diciduk di wilayah hukum Polresta Solok pada Jumat (30/9) sekitar pukul 12.00 WIB.
Menurut Lufti, Beni ditangkap ketika akan melakukan salat Jumat di sebuah masjid di kampungnya. Proses penangkapan berlangsung cepat tanpa perlawanan dari yang bersangkutan.
โSetelah ditangkap, dia langsung dibawa Densus ke Mabes Polri untuk diperiksa,โ kata Lufti.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri terkait penangkapan Beni, termasuk di mana sekarang ia ditahan.
(lrn/lrn)











































