"Yang bekerja ini KPK, bukan DPR kan. Sumber masalah di KPK, memanggil saat DPR sedang fokus menyelesaikan RAPBN. Harusnya, misalnya dipahami, kita kawal dulu RAPBN 2012 karena ini tinggal 30 hari," kata Marzuki usai acara di Monumen Pancasila, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2011).
Marzuki menegaskan, seandainya gara-gara pemeriksaan KPK itu RAPBN tidak selesai tentu yang rugi semua pihak. "Kalau ini tidak selesai yang rugi siapa? Rakyat kan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki juga menyatakan keheranannya, KPK sudah banyak melakukan aksi tetapi korupsi masih banyak. "Yang sedihnya kita, korupsi makin marak. Ada yang salah berarti kita dalam teknik atau sistem pemberantasan korupsi karena korupsi makin marak. Ini yang ingin kita bicarakan bersama presiden bagamaina korupsi ini paling tidak makin dikurangi," tuturnya.
Empat Pimpinan Banggar Melchias Mekeng, Tamsil Linrung, Olly Dondokambey, Mirwan Amir diperiksa KPK pada Jumat pekan lalu. Pemeriksaan terkait proses anggaran di DPR terkait kasus Kemnakertrans. Namun pada pemeriksaan berikutnya, Tamsil dan Olly menolak hadir.
Bahkan Banggar ramai-ramai mogok membahas RAPBN 2012. Mereka pun mengadu ke pimpinan DPR, sehingga KPK dipanggil ke Senayan. KPK tegas bahwa yang dilakukan, pemeriksaan atas pimpinan Banggar menjalankan proses hukum.
(ndr/ken)











































