"Empat orang pimpinan Banggar panik karena kalau dipanggil KPK mereka takut otomatis duduk di pesakitan. Padahal belum tentu. Kepanikan kedua, kalau tidak ada udang dibalik batu kenapa mesti panik?" kritik Sebastian Salang dalam Polemik Sindo Radio bertajuk "Banggar DPR Geger" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (1/10/2011).
Dengan kepanikan yang kian gusar, Banggar pun merengek ke pimpinan DPR. Kepanikan makin menggelora di DPR.
Menurut Salang, pemeriksaan KPK sebenarnya menjadi kesempatan pimpinan Banggar membersihkan nama baik Banggar. "Banggar itu dipersepsikan menjadi sarang mafia anggaran. Kalau mereka tenang mestinya mereka jadikan momentum itu untuk klarifikasi bahwa Banggar bukan institusi korup, kalau begini masyarakat semakin bertanya-tanya," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan KPK menolak menghadiri rapat konsultasi DPR. KPK enggan berkonsultasi dengan Banggar DPR karena alasan independensi.
KPK tak mau independensinya terganggu karena menemui empat pimpinan Banggar yang masih diperiksa KPK. Namun alasan KPK tak diterima DPR yang kemudian mengirim surat panggilan ketiga. DPR juga mengancam akan menyandera pimpinan KPK jika terus tidak menemui panggilan DPR.
(van/ndr)











































