Keduanya memang akan menjalani pemeriksaan kedua di KPK. Dalam sejumlah pernyataan, Tamsil siap mempertanggungjawabkan dorongannya terhadap dana transmigrasi di Banggar.
"Pemeriksaan kemarin itu tidak hanya sekali, belum berhenti. Senin besok KPK memanggil Pak Tamsil dan Pak Olly dan saya dapat konfirmasi mereka akan datang. Ya tanda-tanda KPK memerlukan lebih banyak informasi dari dua orang ini. Belum bisa disimpulkan apakah keduanya yang tersangkut, dan jika dianggap masih diperlukan data saya kira dua yang lain masih akan dipanggil lagi," ujar Jubir KPK, Johan Budi dalam Polemik Sindo Radio bertajuk "Banggar DPR Geger" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (1/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam kasus yang kita sidik memerlukan keterangan empat orang ini. Baik bagaimana uang Rp 500 miliar keluar dan bagaimana klarifikasi. Dalam proses penyidikan keterangan saksi itu bisa dijadikan alat bukti," tuturnya.
Ia pun berharap anggota Banggar tidak mewacanakan agar KPK hanya mengambil data ke DPR. Pemeriksaan di KPK adalah bagian dari rangkaian penyidikan yang komprehensif.
"Saya agak menggelikan ada pernyataan kenapa KPK harus datang ke DPR mengambil surat. Ya tidak bisa karena itu rangkaian penyidikan dan itu sebagai alat bukti," tandasnya.
(van/ndr)










































