Sesuai jadwal, upacara dimulai pada pukul 08.00 WIB, Sabtu (1/10/2011). Pesertanya terdiri dari unsur jajaran TNI/Polri, para menteri KIB II, pelajar, mahasiswa Pramuka dan ormas kepemudaan.
Berbeda dengan upacara lainnya, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila berlangsung relatif lebih singkat. Sesi pengibaran bendera dilakukan justru dua jam sebelum upaca dimulai, yaitu pukul 06.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncaknya adalah pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila oleh Ketua DPR Marzuki Alie. Di dalam ikrar tersebut dinyatakan komitmen untuk terus menjaga dan mewaspadai upaya-upaya yang bertujuan menggulingkan Pancasila sebagai dasar negara.
Bagian yang khas dari upacara ini ada pada bagian akhir. Setelah doa penutup, Presiden SBY berdialog singkat dengan perwakilan pihak keluarga perwira TNI yang jadi korban dalam pemberontakan G30S PKI pada 1965 silam.
Tidak ada lagi sesi berkeliling monumen melihat-lihat diorama adegan pemberontakan G30S PKI yang selalu dilakukan di era Soeharto. Sejak pemerintahan Megawati, sesi tersebut tidak ada lagi.
Malam sebelum upacara, jajaran TNI AD mengadakan doa dan tahlil bagi korban G30S PKI. Acara itu juga diselenggarakan di Monumen Pancasila Sakti.
Peserta tahlil antara lain adalah Komandan Staf Angkatan Darat (Kasad), Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Danjen Kopasus, dan Pangdam Jaya.
(lh/anw)











































