"Reshuffle sepanjang pengetahuan saya belum ada pembicaraan mengenai nama-nama. Tapi kalau dikurangi tidak mungkin, kalau ditambah malah mungkin sekali," ujar Sekretaris FPKS DPR, Abdul Hakim, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2011).
PKS pun tak memilih menteri apa yang diberikan. PKS tak ingin memilih jabatan menteri karena menempatkan menteri adalah hak prerogatif presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Komisi V dari PKS ini secara khusus mendorong SBY agar mengganti Menteri Perhubungan (Menhub) dengan orang yang lebih kompeten.
"Kalau memang betul Pak Presiden melakukan reshuffle kami betul-betul menunjuk orang khususnya Menhub harus menjadi prioritas," dorongnya.
Namun ia membantah posisi Menhub yang saat ini dicita-citakan PKS. "Kalau PKS kritis pada sektor perhubungan tidak dalam konteks mengincar kementerian tersebut tapi semata-mata untuk perubahan mendasar di sektor perhubungan," tegasnya.
(rdf/rdf)











































