Sambil terus menangis, Riamar, berbagi cerita kejadian yang dialami putri tunggalnya kepada wartawan di Polres Jakarta Utara Bagian Perlindungan Perempuan dan Anak, Jalan Yos Sudarso nomor 1, Jakarta, Jumat (30/9/2011).
Ia mengisahkan, peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan Sumari di Warakas V Gang 7 RT 12 RW 9, Kamis pada 29 September 2011 sekitar pukul 11.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba-tiba Riamar tidak melihat buah hatinya. Ia panik memanggil-manggil dan mencari anaknya ke sana ke mari.
"Lalu, saya lihat di rumah Sumari, ada sandal anak saya di depan pintu. Saya panggil 3 kali tidak ada jawaban. Lalu, saya ketok lagi tiga kali. Sumari bilang, ya tunggu sebentar. Saya sempat ngintip di jendela, anak saya menyusul di belakang Sumari. Mereka keluar barengan. Tiba-tiba anak saya bilang, aduh sakit," papar Riamar.
Riamar lalu mengajak S berbicara. Bagai disambar geledek di siang bolong, Riamar tidak menyangka kehormatan sang anak telah direnggut paksa oleh Sumari.
"Dia cerita ditidurin, celana dibuka, kayak hubungan suami istri. Saya marah, langsung melapor ke polisi. Sudah ada hasil visum dari RSCM. Kelamin sudah sobek dan di celana ada sperma," kata dia.
"Padahal, hari ini anak saya ulang tahun kok jadi begini," ujar Riamar sendu.
Menurut dia, S tidak diiming-imingi apa pun oleh sopir angkot
angkot ANP jurusan Tanjung Priok-Warakas itu.
"Dia memang lengket sama laki-laki karena sejak kecil tidak punya bapak. Bapaknya (Esli Djuria) meninggal dunia karena penyakit DBD," kata Riamar.
Riamar mengatakan putrinya sudah 3 kali disetubuhi Sumari sejak dirinya tinggal di kawasan itu 6 bulan lalu. "Ia (pelaku) meminta damai tetapi saya maki-maki. Nanti, kamu urusan ke polisi saja," kata Riamar.
Pengamatan detikcom, S masih terlalu belia untuk mengerti apa yang telah dialaminya. Ia terlihat riang gembira bermain sambil memakan bolu cokelat. S mengenakan kaos warna biru dan celana jins selutut.
"Dia tadi sempat bilang ke saya, Ma, kok kadonya begini di kantor polisi. Dia juga bilang, Ma kok Om endut (panggilan Sumari) di kantor polisi, keluarin yuk Ma," kata Riamar menirukan ucapan S.
(aan/vit)











































