"Hari ini sudah empat pasien rawat inap yang pulang ke rumah. Direncanakan enam pasien lainnya juga pulang hari ini. Yang dipastikan masih harus dirawat tinggal empat pasien lagi," ujar Ayu Sulistyo, petugas administrasi RS dr Oen Panti Kosala, Solo, Jumat (30/9/2011) siang.
Seperti diketahui ledakan bom bunuh diri di GBIS Solo selain menewaskan pelakunya juga melukai 28 orang lainnya. Dari jumlah itu, 14 orang mengalami luka serius sehingga harus menjalani rawat inap. Seluruh korban rawat inap ditampung di RS dr Oen Panti Kosala, Solo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Defiana, 18 tahun, adalah jemaat GBIS yang mengalami luka serius karena terdapat mur yang masuk dan bersarang di dalam otaknya. Sedangkan Febriana Puspadewi juga mengalami nasib serupa, yaitu cipratan mur menembus kandung kemihnya. Keduanya telah dioperasi untuk mengambil mur dari dalam tubuhnya.
Mur tersebut terlontar saat bom yang dibawa Hayat, pelaku bom bunuh diri, meledak. Mur tersebut dipasang dalam bom, sehingga ketika meledak mur akan terlontar. Selain mur, juga dipasang paku dan gotri.
(mbr/fay)











































