"Kemarin malam kepala sekolah datang ke rumah kasih surat, isinya meminta anak saya untuk kembali sekolah," kata orang tua Ade, Boeing Karnadi, kepada detikcom, Jumat (30/9/2011).
Boeing menyambut baik niat sekolah. Tetapi kondisi Ade, lanjutnya, semakin trauma setelah mendapat kabar itu. Dia berharap sang anak dapat segera pulih psikologisnya agar kembali bisa sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SMPIT Insan Mubarak, Suwito Kurniawan, menolak memberikan komentar atas penjelasn orang tua Ade. Dia mengarahkan agar kabar tersebut dikonfirmasi ke Kepala Divisi Pendidikan, Rosita Kumala Dewi. Saat detikcom menghubungi, Rosita tidak mengangkat telpon genggamnya.
"Saya no comment, silahkan hubungi kepala divisi pendidikan," tutupnya.
Sebelumnya Kepala Divisi Pendidikan sekolah, Rosita Kumala Dewi mengatakan, yayasan mengambil keputusan untuk menonaktifkan Ade sampai 4 Oktober. Alasannya, sekolah ingin kondisi psikologis Ade kembali stabil.
"Yayasan mengambil keputusan Sukma untuk sementara tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar sampai 4 Oktober 2011," kata Rosita kepada detikcom Kamis 29 September.
Ade Sukma Fachrurromdzi (14) menjadi korban kebrutalan Kholil sang guru hingga menderita 3 jahitan di pelipisnya. Kasusnya ini sudah dilaporkan ke Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat. Dalam waktu dekat polisi segera memanggil Kholil untuk menjalani pemeriksaan.
(did/lia)











































