"Dia semakin trauma, sekarang lebih banyak diam dan lebih senang mengurung diri di kamar," kata Boeing Karnadi, ayah Ade, kepada wartawan, Jumat (30/9/2011).
Menurut Boeing, sehabis peristiwa pemukulan itu, Ade masih bersemangat untuk sekolah. Pada 26-27 September lalu Ade sudah mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Ade semakin terpuruk saat mendengar dinonaktifkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Boeing, anak pertamanya itu setiap pagi selalu melihat teman sebayanya berangkat sekolah. Dia berharap kondisi sang anak dapat kembali pulih agar dapat beraktivitas seperti biasa.
"Keluarga berharap kondisi psikologis Ade dapat berangsur membaik sehingga bisa berkumpul dan bermain bersama teman sebayanya," harap Boeing.
Pihak sekolah pada Rabu 28 September mengeluarkan keputusan menonaktifkan Ade sampai 4 Oktober 2011. Dengan alasan agar kondisi psikologis Ade kembali normal. Hal ini disampaikan pihak sekolah yang menghubungi ayah Ade via telpon pada Rabu malam.
(did/aan)











































