Kabut Asap Muncul Lagi, 30.000 Warga Palembang Terserang ISPA

Kabut Asap Muncul Lagi, 30.000 Warga Palembang Terserang ISPA

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2011 11:16 WIB
Kabut Asap Muncul Lagi, 30.000 Warga Palembang Terserang ISPA
Palembang - Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang selama tiga hari terakhir. Padahal kabut asap sempat menghilang lewat upaya hujan buatan. Sekitar 30 ribu warga Palembang pun banyak terserang penyakit pernafasan (ISPA).

Kabut asap ini muncul sejak dini hari hingga menjelang siang hari, seperti dirasakan warga Palembang pada, Jumat (30/9/2011).

Selain membuat sesak pernapasan, kabut asap ini membuat jarak pandang menjadi terganggu. Hingga pukul 08.00 WIB, kendaraan terpaksa dinyalakan lampunya saat berjalan di jalan raya, sebab jarak pandang berkisar 10-15 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat kabut asap ini, tercatat puluhan ribu warga Palembang terserang ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Mereka ini berobat di 39 Puskesmas sejak Agustus 2011 lalu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Gema Asiani, melalui Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P3), dr Afrimelda, kepada pers Jumat (30/9/2011), warga Palembang yang terserang ISPA sebanyak 17.913 warga pada bulan Agustus 2011.

"Untuk usia di atas 5 tahun, jumlah yang terkena ISPA yakni 11.763 orang. Sedangkan usia di bawah 5 tahun, sebesar 6.150 orang. Itu laporan bulan Agustus dari 39 Puskesmas yang ada di 16 kecamatan kota Palembang," ujarnya.

Afrimelda juga menuturkan, pada bulan Agustus 2011 juga tercatat penyakit pneumonia (radang paru-paru) menjangkiti sebanyak 447 orang yang berusia di bawah 5 tahun dan 63 orang di atas usia 5 tahun.

"Pneumonia itu dikarenakan terjadi infeksi di paru-paru karena bakteri dan diperberat oleh asap yang saat ini terjadi," jelasnya.

Sedangkan untuk bulan September hingga tanggal 29 September, tercatat sebanyak 5 ribu orang terkena ISPA usia di bawah 5 tahun dan sebanyak 6.582 di atas usia 5 tahun. Lalu, untuk pneumonia, tercatat sebanyak 258 orang di bawah 5 tahun dan 62 orang di atas usia 5 tahun.

"Datanya itu sampai tanggal 29 September dan kita masih menunggu data lengkapnya," jelasnya.

(tw/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads