"Itu fitnah, sopir saya dan saya juga berani sumpah di atas Alquran," kata Bondjol yang juga merupakan anggota tim OC Kaligis yang mendampingi Nazaruddin, saat dihubungi detikcom, Jumat (30/9/2011).
Bondjol menjelaskan, meski Heri menjadi sopirnya, sama sekali dia tidak pernah bicara soal KPK. Heri direkrut 3 tahun lalu setelah keluar dari KPK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heri menuturkan dia menjadi ikut mejadi sopir Tumpak selama 4 tahun. Dia mengaku tidak pernah naik ke ruangan Tumpak. "Saya belum pernah masuk ke kantor-kantor. Saya juga belum pernah ketemu Nazaruddin," tegas Heri.
Heri mengaku sejak lama dekat dengan keluarga Afrian. Rumah berada tidak jauh dari kediaman orang tua Afrian. Jadi setelah dia keluar KPK, dia diambil menjadi sopir.
"Saya sudah seperti keluarga dekat," imbuhnya.
Tumpak saat dihubungi detikcom membenarkan bahwa Heri pernah ikut dengan dia selama 4 tahun. Namun setelah dia pensiun dari KPK dia tidak tahu lagi Heri ikut kemana. Karena saat itu Heri bekerja di KPK.
Seperti diketahui, Nazaruddin mengaku pernah bertemu Chandra di ruang kerja pimpinan KPK. Nah informasi yang beredar pertemuan ini tidak pernah terjadi. Chandra juga membantah keras tudingan itu. Bukti tentang pertemuan itu juga tidak ada.
Namun, Nazaruddin tahu banyak soal ruangan Chandra itu. Saat diperiksa Komite Etik, Nazaruddin membeberkan detil ruangan Chandra. Nah, diduga Nazaruddin mengetahui detil ruangan Chandra, yang merupakan bekas ruang kerja Tumpak, dari penjelasan Heri.
(ndr/asy)










































