Sudin Pendidikan Khawatir Ade Ketinggalan Pelajaran

Guru Pukul Murid

Sudin Pendidikan Khawatir Ade Ketinggalan Pelajaran

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2011 10:16 WIB
Jakarta - Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat mengingatkan agar SMPIT Insan Mubarak menjunjung kegiatan wajib belajar 9 tahun. Keputusan menonaktifkan Ade, siswa yang dipukul gurunya dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

"Sudin konsen pada wajib belajar 9 tahun. Jangan sampai anak tidak sekolah," kata Kasi SMP Sudin Dikdas Jakarta Barat, Iskandar, saat dihubungi detikcom, Jumat (29/9/2011).

Ade Sukma Fachrurromdzi (14) dinonaktifkan sampai 4 Oktober 2011. Keputusan diambil dengan alasan sekolah ingin kondisi psikologis Ade kembali normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iskandar mengkhawatirkan keputusan ini berakibat sang anak justru ketinggalan pelajaran di sekolah. "Kita khawatir ketinggalan pelajaran. Kalau sehat sebaiknya tetap sekolah," kata dia,

Iskandar mengimbau agar pihak sekolah melakukan pendekatan kepada orang tua Ade agar permasalahan tidak berlarut-larut.

"Tolong sekolah pendekatan ke orang tua, jangan sampai anak tidak sekolah," saran Iskandar.

Ade Sukma Fachrurromdzi (14) menjadi korban kebrutalan Kholil sang guru hingga menderita 3 jahitan di pelipisnya. Kasusnya ini sudah dilaporkan ke Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat. Dalam waktu dekat polisi segera memanggil Kholil untuk menjalani pemeriksaan. Kholil mengaku tidak sengaja memukul anak didiknya itu.

(did/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads