"Insiden pelarangan pengambilan foto kegiatan POPNAS di gelanggang olahraga remaja itu dilakukan oleh oknum event organizer (EO)," kata Kepala Dispora Riau Lukman Abas dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Kamis (29/9/2011).
Lukman mengakui masih ada kelemahan dalam penyelenggaraan POPNAS di Pekanbaru 29 September sampai 6 Oktober mendatang. Kelemahan itu menyebabkan pihak media tidak leluasa dan kurang nyaman dalam melakukan tugasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Lukman, pelaksanaan POPNAS sendiri merupakan ajang ujicoba persiapan pihak panitia penyelenggara event nasional di Riau.
"Tentunya ini pelajaran bagi kami selaku panitia, dan saya berjanji ini akan jadi bahan evaluasi untuk menyambut event berikutnya, terutama event yang lebih besar lagi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Islamic Solidarity Games (ISG)," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, saat pembukaan POPNAS panitia melarang wartawan mengambil gambar. Panitia dilapangan juga mengusir wartawan.
Sikap arogansi panitia ini yang membuat pembukaan POPNAS oleh Menpora Andi Malarangeng diwarnai kericuhan. Wartawan pun akhirnya memilih meninggalkan acara tersebut.
(cha/irw)











































