Rezeki Perluasan Masjidil Haram pun Memercik ke Supardi

Laporan dari Arab Saudi

Rezeki Perluasan Masjidil Haram pun Memercik ke Supardi

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2011 12:23 WIB
Rezeki Perluasan Masjidil Haram pun Memercik ke Supardi
Jakarta - Sore itu menjelang Magrib. Supardi, pria asal Lamongan, membeli softdrink dingin di sebuah kedai roti maryam/burger bertarif 3 riyal di pinggir Masjidil Haram, Makkah. Dia adalah seorang pekerja konstruksi yang sedang terlibat proyek perluasan tempat suci tersebut.

"Saya tidak enak bicara di sini dengan perempuan, mari ke teman-teman saya," ujarnya saat diajak berbincang detikcom, Selasa (27/9/2011). Rekan-rekan Supardi rupanya sedang beristirahat di tangga pusat pertokoan, 10 meter dari kedai. Ada Achmad Ali, Suwarno - keduanya asal Lamongan-dan Fuad asal Kediri. Mereka bekerja di Arab Saudi lewat sebuah perusahaan pengerah tenaga kerja.

Achmad Ali yang sedang makan nasi kebuli berlauk sepotong ayam mengaku dikontrak 2 tahun untuk proyek itu dan dia sudah menjalani 1,5 tahun. Di grupnya, ada 16 orang TKI yang bekerja di bagian yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali tidak bisa memprediksi berapa lama proyek perluasan Masjidil Haram yang dikerjakannya itu akan kelar. "Wah lama sekali, bisa 10 tahun," ujarnya.

Bagaimana soal gaji? Supardi menceritakan, dalam sebulan, gaji yang diterimanya sedikitnya 1.400 riyal. Rinciannya, 1.100 riyal gaji dasar dan 300 riyal uang makan. Satu riyal sekitar Rp 2.500. Sebagian dari gaji itu dikirim ke Indonesia. "Lumayan," ujar Achmad Ali sembari tersenyum.

Sore itu, keempat pria itu duduk-duduk bukan untuk melepas lelah, tapi justru untuk bersiap bertugas. Mereka akan bekerja selepas Isya dan beristirahat menjelang Subuh. "Kami dapat shift malam," ujar Supardi.

Proyek perluasan Masjidil Haram yang digarap Supardi cs mencapai 400 ribu meter persegi dengan ongkos US$ 21 miliar, proyek konstruksi terbesar selama ini dalam sejarah Makkah. Perluasan itu akan mampu menambah 1,2 juta jamaah, dari kapasitas semula 4 juta jamaah. Masjidil Haram pun mencatatkan diri sebagai tempat ibadah terbesar di dunia.

Laporan media menyebutkan, sebanyak 12 juta jamaah beribadah di Makkah dan Madinah setiap tahun dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga 17 juta jamaah menjelang 2025.

(nal/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads