Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso meminta sesama lembaga negara saling menghormati. Hal ini disampaikannya terkait dengan kepastian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak akan menghadiri undangan DPR untuk rapat konsultasi.
"Kalau saling ngotot tidak baik juga," ujar Priyo di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/9).
Menurutnya, selaku unsur pimpinan DPR dirinya juga belum mengetahui secara pasti alasan KPK tidak dapat memenuhi undangan DPR. Karena itu, dia akan membahas lebih lanjut mengenai surat dari KPK dalam rapat internal pimpinan DPR bersama pimpinan Fraksi, pimpinan Komisi III, dan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR siang ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPK sendiri menurut juru bicaranya Johan Budi SP, tidak dapat hadir karena tengah melakukan penyidikan kasus di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemankertrans) di mana pimpinan Banggar sebagai pihak yang dimintai keterangan sebagai saksi. Dalam aturan internal KPK, pihaknya tidak boleh berhubungan dengan pihak yang berperkara.
Terlepas dari itu, Priyo berpendapat bahwa rapat konsultasi yang dilakukan oleh DPR dengan lembaga negara merupakan sesuatu yang lazim. "Jadi mestinya tidak ada lembaga yang otomatis bisa dengan menolak. Tapi kan kita belum tahu juga alasannya," ucapnya.
Sementara itu, mengenai pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) tahun 2012 yang sempat dihentikan oleh Banggar DPR, politisi Partai Golkar ini berharap pembahasan tersebut bisa kembali dilakukan. "Untuk rapat pembahasan anggaran saya sarankan tetap dilakukan saja," pungkas politisi Partai Golkar ini.
(nwk/nwk)











































