Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III, Marsekal Pertama TNI Bonar Hutagaol mengatakan, telah menerima laporan terdeteksinya sinyal SOS dari pesawat itu.
"Ada laporan masuk, sinyal SOS menyala," kata Bonar.
Menurut dia, sinyal SOS tidak menyala sembarangan. Sinyal SOS hanya bisa menyala dalam dua kondisi saja.
"Dinyalakan pilot atau pesawat mengalami impact (benturan-red)," ujar dia.
Sinyal SOS ini akan menjadi panduan untuk mencari keberadaan pesawat milik PT Nusantara Buana Air itu. Bonar mencoba bersikap optimistis.
"Kita semua sekarang berdoa saja. Mudah-mudahan tidak ada masalah," ujarnya.
(fay/asy)











































