Pantauan detikcom Kamis (29/9/2011), sejumlah pedagang tampak tak simpati saat 5 buah mobil Satpol PP yang berisi petugas dibantu polisi dari Polsek Setia Budi tiba di lokasi penggusuran. Mereka pun sempat melakukan perlawanan pada petugas Satpol PP di lapangan.
Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, jalan alternatif yang tembus hingga ke dekat gedung KPK itu akan diperluas agar bisa dilalui mobil. Karena, selama ini jalan tersebut sudah sangat padat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi juga banyak sekali atribut yang mencirikan suatu ormas tersebut. Namun apakah benar pedagang berasal dari ormas tersebut, tidak ada yang bisa dikonfirmasi karena situasi mulai memanas.
"Tadi dalam perbicaraan kita sepakat akan kembali berdialog dengan walikota Jakarta Selatan untuk menemukan solusi dari masalah ini. Padahal sebelumnya kita sudah memberikan surat peringatan dari SP 1 sampai SP 3, tapi karena mereka mintanya begitu dan untuk meredakan suasana ya kita turuti saja," kata Johari yang ditemui usai berdialog.
Karena merasa sudah menemukan kesepakatan, akhirnya petugas Satpol PP ditarik dari lokasi. Saat akan meninggalkan lokasi, mobil petugas Satpol PP malah dihadang para pedagang. Mobil ditendang, dipukuli bambu dan petugas yang ada di atasnya dilempari kardus.
Sebagian petugas pun terpancing emosi. Untungnya hanya terlibat cekcok dan segera diredam dengan dibantu polisi. Mobil pun kembali melaju meninggalkan lokasi.
Saat ini lokasi sudah mulai kondusif. Namun, pedagang dan massa terlihat masih berjaga ketat.
Di jalan alternatif itu memang terlihat puluhan warung makanan dan berbagai kios lainnya. Meski tahu akan digusur, terlihat pedagang tetap membuka dagangannya.
(lia/nwk)










































