Warga Filipina Diancam akan Dibunuh Gerilyawan Irak

Warga Filipina Diancam akan Dibunuh Gerilyawan Irak

- detikNews
Kamis, 08 Jul 2004 10:08 WIB
Jakarta - Seorang warga Filipina diculik kelompok gerilya di Irak. Penculik mengancam akan membunuh sandera tersebut jika pemerintah Filipina tidak menarik pasukannya dari Irak dalam waktu 72 jam.Demikian dikatakan dalam sebuah rekaman video yang disiarkan stasiun televisi Al-Jazeera seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/7/2004).Warga Filipina yang diculik itu adalah pegawai sebuah perusahaan Arab Saudi yang bekerja dengan pasukan AS yang ditempatkan di Irak. Ia diculik sebuah kelompok bersenjata yang menamakan dirinya "Brigade Khaled Ibn al-Walid" yang terkait dengan "Tentara Islam di Irak". Demikian menurut Al-Jazeera.Televisi pan-Arab tersebut menayangkan rekaman gambar seorang pria yang berlutut, yang mengenakan setelan baju terjun warna oranye. Ia dikelilingi tiga pria bertopeng yang membacakan statemen berisi ancaman mereka.Situasi keamanan di Irak masih terus memburuk, bahkan setelah penyerahan kedaulatan ke pemerintah interim Irak pada 28 Juni lalu. Pemerintah interim Irak baru saja menetapkan langkah-langkah keamanan baru untuk menghancurkan gerakan para gerilyawan. Dengan hukum darurat itu, pemerintah baru Irak berhak memberlakukan jam malam, melakukan penangkapan, membatasi gerakan warga asing, menyadap telepon dan melarang kelompok-kelompok politik, aksi protes dan pertemuan-pertemuan massal.Perdana Menteri Irak Iyad Allawi menegaskan bahwa hukum darurat tersebut penting dalam menghadapi gerakan gerilyawan Irak yang telah berlangsung 14 bulan dan menelan banyak korban jiwa. (ita/)


Berita Terkait