“Masih dua calon. Pagi satu, siang satu, malam nanti coblosan (pemilihan hakim agung),” kata anggota Komisi III DPR, Eva Sundari, kepada wartawan, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2011).
Proses uji kelayakan dan kepatutan oleh Komisi III DPR sudah dimulai sejak pekan lalu. Komisi menguji 18 nama calon hakim yang dikirim oleh Komisi Yudisial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Misalnya saya, menginginkan cakim perempuan harus ada yang masuk dari tiga kandidat selain calon 'wajib' PDIP, Prof Gayus. Saya juga punya preferensi untuk perimbangan cakim dari karir dan non karir supaya secara kelembagaan MA akan bersifat open dan progresif,” ujarnya ketika dimintai pendapat pribadi tentang calon hakim agung.
Tetapi, lanjut Eva, preferensi-preferensi individu ini sebelumnya akan dikonsolidasikan di kelompok fraksi untuk kemudian diambil keputusan. Faktor pengkamaran juga akan menjadi pertimbangan selain berbagi argumen data yang masuk secara perorangan.
“Fraksi PDI Perjuangan baru akan rapat nanti jam 16.30 WIB. Strategi penjaringan PDI Perjuangan sejauh ini tergantung masukan dari para anggota yang memantau proses tanya jawab,” tutup Eva.
(feb/lrn)











































