Saat usai mengikuti rapat paripurna Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, Rabu (28/9/2011) kemarin, para menteri keluar Kantor Presiden dengan berbagai ekspresi. Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng misalnya, terus tertawa lebar dan beberapa kali menyalami wartawan yang menunggu di luar, karena tumben saja rapat paripurna
berlangsung secara tertutup.
"Wah, dari tertawanya ini sepertinya Bang Andi Aman (dari reshuffle) nih," canda wartawan kepada Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian keluar menteri yang juga berasal dari Partai Demokrat, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN), EE Mangindaan. Pria asal Manado, Sulawesi Utara ini juga tampak sumringah. Lagi-lagi wartawan 'ngerjain' dengan pertanyaan memancing, "Wah, sepertinya Bapak aman nih, tampak sumringah."
Mendengar pertanyaan tersebut, Mangindaan malah tertawa lebar, dan mengangkat kedua tangannya sambil berkata, "Tidak."
Entah apa maksud kata "tidak" tersebut, Mangindaan tanpa menjelaskan, demikian pula wartawan tidak menyecar lagi kepadanya.
Karena rapat paripurna, hampir semua menteri datang. Saat keluar pun mereka bebarengan. Akhirnya wartawan "mengincar" para menteri yang selama ini ramai diperbincangkan sebagai target reshuffle.
Muncul dengan langkah cepat, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Manoarfa dan Menteri Pertahan Purnomo Yusgiantoro tampak ngobrol serius sambil jalan menuju mobil masing-masing di antara para menteri yang juga buru-buru hendak pulang dari Istana, sore jelang maghrib kemarin.
Suharso yang tahu hendak diwawancarai wartawan, terus jalan agak menunduk sambil menghindari kerumunan para pemburu berita. Beberapa wartawan sempat mengejar pria yang resmi digugat cerai oleh istrnya ini, namun pria perlente tersebut enggan menjawab pertanyaan wartawan soal reshuffle, dan langsung memasuki mobil dinas, Toyota Royal Saloon. Manoarfa wajahnya tampak aga sedikit tegang, beda dengan para menteri lain pada umumnya.
Sementara Purnomo Yusgiantoro juga langsung memasuki mobilnya, tak sempat menjawab pertanyaan para wartawan.
Tak lama kemudian, muncul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy Saleh. Pria yang beberapa minggu terakhir jarang kelihatan lantaran sedang menghadiri serangkaian acara ini tampak sudah mengetahui bakal menjadi target wawancara wartawan. Dia memilih "mengalah" dan menjawab berbagai pertanyaan wartawan, dengan muka datar. Pertanyaan serius wartawan dijawab dengan jawaban tidak serius.
"Gini ya daripada main ketapel lebih baik makan rujak. Dari pada bicara reshuffle lebih baik nonton lawak," celetuk Darwin saat ditanya apakah dia siap di-reshuffle.
Darwin mengaku cuek dengan reshuffle. Yang penting, saat ini dia fokus bekerja dan bekerja. Masalah reshuffle, itu urusan Presiden.
"Gak usah dipersoalkan isu itu. Itukan hak Presiden kita bekerja saja. Seperti waktu diangkat menteri, kemudian di evaluasi itu hak beliau," katanya santai.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring entah mengapa belakangan jarang ditanya wartawan terkait reshuffle, beda sekali dengan saat isu reshuffle heboh sebelumnya. Tifatul tampak senyum-senyum memasuki mobilnya, tanpa ada wartawan yang menghadangnya untuk diwawancara.
Bagaiman dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang selama ini juga termasuk dalam daftar menteri yang konon akan di-reshuffle? Beberapa hari ini, Agus tak tampak di Istana, termasuk saat rapat paripurna kemarin.
Menakertrans Muhaimin Iskandar, malah terbirit-birit saat ditanya reshuffle. Pria asli Jombang, Jawa Timur ini terkesan menghindar saat sebelum rapat paripurna kabinet, ditanya reshuffle.
"Itu rahasia. Hahaha...," jawab Cak Imin sambil berlari kecil keluar dari kerumunan wartawan.
Cak Imin sebelumnya menyatakan belum diajak bicara soal reshuffle kabinet. "Belum ada pembicaraan," tegasnya.
Wartawan yang mencegatnya di pelataran Istana Negara, lalu mencecar dengan pernyataan dari Sekjen DPP PKB Helmy Faizal bahwa sudah ada pembicaraan. Cak Imin mulai mengubah jawabannya.
"Itu masih rahasia," ujarnya.
Jawaban dari Sekjen DPP PKB Helmy Faizal sebenarnya tidak tegas benar. Helmy yang juga dicegat di pelataran Istana Negara hanya menyatakan bahwa bila ada pembicaraan maka yang paling tahu adalah Ketum DPP PKB.
"Yang diajak bicara Muhaimin Iskandar," ujar Helmy yang di dalam KIB II menjabat sebagai menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Benar kata Cak Imin, soal reshuffle, memang rahasia. Rahasia antara Presiden dan para calon menteri yang hendak diganti. Tapi setidaknya rahasia itu bisa diungkap dari bahasa tubuh mereka.
(anw/van)










































