"Anggaran BIN rencananya ditambah menjadi sekitar Rp 1,4 triliun. Intinya untuk mengoptimalkan fungsi intelijen ekonomi dan intelijen luar negeri yang baru dibuat enam bulan ini," ujar Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik.
Hal ini disampaikan Mahfudz kepada detikcom, Kamis (29/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa jadi negara lain melakukan operasi intelijen ekonomi di Indonesia. Negara kita harus dilindungi dari operasi intelijen ekonomi," tuturnya.
Menurutnya selama ini intelijen pertahanan lebih banyak disibukkan. Sementara perekonomian Indonesia semakin rawan digerogoti strategi perang pasar negara lain.
"Kita lihat Nurdin M Top itu membuat ribut sejagat. Tapi Malaysia aman dan tenang saja, ekonominya maju, pariwisatanya maju. Jadi kita dorong fungsi dan peran intelijen agar lebih konkret," tegasnya.
(van/gah)










































