Tambahan Anggaran BIN untuk Optimalkan Intelijen Ekonomi

Tambahan Anggaran BIN untuk Optimalkan Intelijen Ekonomi

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2011 02:23 WIB
Jakarta - Rencana penambahan Anggaran BIN dengan kisaran total mencapai Rp 1,4 triliun diarahkan untuk memperkuat intelijen ekonomi. Tujuannya untuk membaca strategi menghadapi operasi intelijen ekonomi asing.

"Anggaran BIN rencananya ditambah menjadi sekitar Rp 1,4 triliun. Intinya untuk mengoptimalkan fungsi intelijen ekonomi dan intelijen luar negeri yang baru dibuat enam bulan ini," ujar Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik.

Hal ini disampaikan Mahfudz kepada detikcom, Kamis (29/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mahfudz, intelijen ekonomi perlu diperkuat. Tujuannya untuk mempersiapkan strategi menghadapi perang ekonomi global.

"Bisa jadi negara lain melakukan operasi intelijen ekonomi di Indonesia. Negara kita harus dilindungi dari operasi intelijen ekonomi," tuturnya.

Menurutnya selama ini intelijen pertahanan lebih banyak disibukkan. Sementara perekonomian Indonesia semakin rawan digerogoti strategi perang pasar negara lain.

"Kita lihat Nurdin M Top itu membuat ribut sejagat. Tapi Malaysia aman dan tenang saja, ekonominya maju, pariwisatanya maju. Jadi kita dorong fungsi dan peran intelijen agar lebih konkret," tegasnya.

(van/gah)


Berita Terkait