Penambahan Anggaran BIN, Antara Penting dan Nggak Penting

Penambahan Anggaran BIN, Antara Penting dan Nggak Penting

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2011 00:06 WIB
Jakarta - Sejumlah fraksi di DPR mendorong peningkatan anggaran BIN. Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai penambahan anggaran operasional BIN antara penting dan nggak penting, kenapa?

"Ya antara penting dan nggak penting, ya kita lihat untuk apa?," ujar Hasanuddin, kepada detikcom, Kamis (29/9/2011).

Penambahan anggara intelijen bisa jadi penting jika ada jaminan peningkatan mutu intelijen. Namun jika kerjanya tetap jalan ditempat, penambahan anggaran intelijen bisa jadi tidak bermanfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya menjadi penting jika RUU intelijen diketok palu secepatnya. Diketok palu juga belum berarti langsung disahkan, masih harus dibawa ke Badan Legislasi baru dibawa ke paripurna," paparnya.

Jadi peningkatan anggaran BIN harus dijawab dengan komitmen BIN meningkatkan kinerjanya. Kalau tidak, bisa saja rencana ini dibatalkan.

"Harus ada jaminan peningkatan SDM nya, itu yang paling pentingnya," tandasnya.

Ada rencana untuk menambah anggaran Badan Intelijen Negara (BIN). Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyebutkan anggaran BIN diusulkan naik dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

"Kenaikannya tidak terlalu besar sekitar dari Rp 1,2 triliun jadi Rp 1,4 triliun. Jadi kenaikannya sekitar Rp 200 miliar lah," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq.

Hal itu disampaikan Mahfudz di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2011).

Mahfudz mengatakan, usulan kenaikan anggaran ini tidak hanya terkait dengan tugas intelijen. Usulan ini juga terkait dengan perluasan bidang kerja dan wilayah. "Serta untuk biaya operasional," katanya.

(van/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads