Titik api yang awalnya muncul di Wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali, kini juga muncul di Kabupaten Semarang, mendekati wilayah Salatiga. Sampai saat ini dipastikan belum dapat diperkirakaan total kerugian dan luasnya hutan yang terbakar.
โAkibat hembusan angin kencang dan lahan terdiri dari vegetasi alang-alang maka proses kebakaran semakin cepat sekali. Hal ini sekaligus menyulitkan petugas dan warga yang berusaha memadamkan kobaran api dengan pemadam seadanya seperti kayu dan ranting pohon,โ ujar Koordinator Polisi Hutan (Polhut) Badan TNGM Kurniawan Adi kepada detikcom saat lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diwilayah Boyolali terjadi di Desa Selo, Kecamatan Selo dan sekitarnya. Sedangkan di wilayah Kabupaten Semarang, yakni Dusun Pakelan, Desa Batur dan Dusun Cunto, Desa Kopeng.
โKini kebakaran di wilayah Boyolali dan Desa Bentrokan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang telah berhasil dipadamkan. Tapi di wilayah lainnya kami masih terus berusaha memadamkanya," tuturnya.
Petugas TNGM yang diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan sejumlah 17 personil. Dibantu oleh ratusan warga masyarakat sekitar dari Magelang, Boyolali dan Semarang sekitar 100 orang. Ditambah dari anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) ada delapan regu atau kelompok.
Komandan SAR Kabupaten Magelang, Heri Prawoto kepada detikcom mengatakan, kebakaran hutan taman nasional masih jauh dari wilayah pemukiman. Namun demikian SAR Magelang sudah membagi tugas anggotanya di tiga kecamatan di Kabupaten Magelang yaitu Kecamatan Sawangan, Pakis dan Ngablak.
โTim SAR sudah berkoordinasi dengan Polisi Hutan TNGM dan beberapa elemen masyarakat. Sejak Rabu (28/9) pagi tadi, sudah naik ke puncak membantu pemadaman dari tiga sisi kecamatan itu,โ tegas Heri Prawoto.
(van/van)











































