Kecelakaan Kapal Marak, Menhub Prihatin dan Sebut Ada Human Error

Kecelakaan Kapal Marak, Menhub Prihatin dan Sebut Ada Human Error

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2011 19:00 WIB
Jakarta - Minggu ini saja, terjadi dua kecelakaan kapal laut. Pertama pada Senin (26/9/2011) lalu KM Marina terbakar di Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Hari ini, 8 orang tewas lantaran KM Kirana IX terbakar di Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Apa komentar Menteri Perhubungan?

"Kita sudah perintahkan untuk dicek di Banjarmasin itu, rambunya baik tapi kita cek sekarang kenapa nahkodanya bisa lengah seperti demikian sampai terjadi tabrakan," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai mengikuti rapat paripurna di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (28/9/2011) sore.

"Di Surabaya, memang kendaraannya itu mesin terbakar dari mobil. Tapi kapal tidak kenapa-kenapa, sprinkler system bekerja cuma karena masyarakat panik, mereka keluar saling injak," papar Menhub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar terjadi kebakaran, Menhub mengaku sudah mengirim Dirjen Perhubungan Laut untuk turun ke lokasi. Namun dia belum mendapatkan laporan.

"Tapi kita prihatin dan turut berduka cita juga karena 752 dewasa, anak 72 kalau gak salah, balita jug ada," imbuhnya.

Menhub menjelaskan, seringnya terjadi kecelakaan laut akhir-akhir ini pihak-pihak yang terkait diharapkan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Tadi kendaraan terbakar, tentunya kita mengharapkan orang matikan mesin dan dikontrol dengan baik. Karena begitu naik ke atas kapal tanggung jawab nahkoda. Jadi kewenangan-kewenangan sudah ada jelas di masing-masing tataran," papar Freddy.

Apa karena kapalnya sudah tua? "Bukan, kalau di Surabaya itu karena mobil terbakar bukan kapal. Kalau di Banjarmasin, karena tabrakan ada motor yang jatuh, maka tumpahlah bensin dari itu mungkin ada rokok maka terbakar. Tapi saya masih suruh evaluasi," jawabnya.

Menhub memastikan, dua kecelakaan tersebut lantaran human error, bukan kesalahan pada sistem transportasi. "Human error itu, bukan karena sistem transportasi," elaknya.

Freddy juga mengaku sudah mengirim maklumat ke seluruh Indonesia, untuk semua unit pelaksana teknis pelabuhan di lapangan harus meningkatkan kewaspadaan koordinasi dengan nahkoda, supaya nahkaoda lebih teliti lagi dalam membawa kapal ataupun muatan yang masuk ke kapal. Sehingga lebih terjamin lagi keamanannya.

(anw/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads