"Ya, sekitar Rp 2 juta itu," kata salah seorang sopir feeder busway, Sularno, saat ditemui di sela-sela peluncuran feeder busway oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo di Kantor Walikota Jakarta Barat, Rabu (28/9/2011).
Sopir feeder busway juga berpenampilan necis. Sularno yang duduk di belakang kemudi tampak memakai celana hitam, kemeja putih lengan panjang, dan berdasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prosesnya memakai ujian. Alhamdulillah lolos," ujar pria asal Wonogiri, Jawa Tengah, itu.
Sularno mengatakan, untuk menjadi sopir feeder busway minimal harus mengantongi SIM B1. Sementara, saat ini ia sudah memiliki SIM B2.
"Sekarang saya sudah punya SIM B2," kata Sularno yang mengaku cukup berpengalaman menjadi pengemudi angkutan umum dan truk ini.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, masalah gaji sopir feeder busway menjadi wewenang operator atau pemerang tender, yaitu PT Eka Sari Lorena. Perusahaan tersebut mempunyai finansial dan manajemen yang cukup bagus.
"Finansialnya cukup ada untuk itu, makanya dia pemenang. Kalau kita dapat operator yang abal-abal kan repot," ucap Pristono.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta baru saja meluncurkan 15 armada feeder busway. Bus yang bertarif Rp 6.500 tersebut, kini baru melayani 3 rute. Rute pertama sejauh 14,3 Km dimulai dari Sentra Primer Barat ke Daan Mogot. Rute yang terintegrasi dengan TransJ Koridor VIII dan III ini dilayani 6 bus.
Rute kedua adalah dari Tanah Abang hingga Balaikota sepanjang 6,5 Km. Rute ini dilayani oleh 4 bus dan tersambung dengan TransJ Koridor I dan II. Sedangkan rute terakhir atau ketiga adalah SCBD-Senayan dengan panjang lintasan 8,2 Km. Rute ini terhubung dengan TransJ Koridor I dan IX dan dilayani 5 unit bus.
(irw/lia)











































