"Beda kalau di sana (Ambon) diameter 4 cm panjang 10 cm itu yang di Ambon. Kalau di Solo, bom cangklongan terdiri dari beberapa pipa tipis-tipis," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (28/9/2011).
Bom di Solo, lebih mirip bom bunuh diri yang meledak di Masjid Ad Dzikra, Cirebon. Saat itu pelaku, M Syarif meledakkan diri saat salat jumat. "Iya (mirip M Syarif)," terang Anton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polri terus menyelidiki keterlibatan organisasi Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di balik bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Kepunton, Solo.
Pelaku bom Solo, Hayat alias Ahmad Yosepa, pernah menjadi anggota JAT pada 2009. "Itu semua ada kaitannya. Kalau nanti dia (JAT) terlibat akan dimintai keterangan. Untuk itu kita dalami," kata Anton.
Bom Solo meledak di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) pada Minggu 25 September 2011 saat para jemaat usai beribadah. Hampir bersamaan, rentetan bom rakitan juga ditemukan di 4 titik di Ambon.
(ape/aan)











































