Mardigu: Bom Bunuh Diri Lebih ke Arah Separatis Bukan Teroris

Mardigu: Bom Bunuh Diri Lebih ke Arah Separatis Bukan Teroris

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2011 16:30 WIB
Mardigu: Bom Bunuh Diri Lebih ke Arah Separatis Bukan Teroris
Jakarta - Bom bunuh diri di Cirebon dan Solo sama-sama diledakkan di sebuah tempat ibadah. Bom bunuh diri tersebut dinilai tidak lagi mengarah kepada terorisme, tapi lebih ke separatis.

"Ini benar-benar lebih ke nasional separatis. Mereka ingin mendirikan negara Islam," kata pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasetyo usai diskusi bertajuk 'Terorisme dan Potensi Konflik Sosial di Daerah' yang digelar di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2011).

Menurut Mardigu, kejadian di Cirebon dan Solo menilik pada kesuksesan masa-masa di Ambon beberapa waktu lalu. Bom bunuh diri di dua tempat tersebut tidak ada hubungannya dengan zaman Dulmatin atau Umar Patek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 200 napi terorisme yang ditahan di penjara, 90 persen berkarakter naif dan polos. Mereka berusia sekitar 18-30 tahun yang sopan dan rendah hati. Hanya 5-10 dari mereka yang sangar di penjara.

"Jadi pikir-pikir, pasti ada aktor intelektual di luar. Nah ini saya belum tahu soal itu," nilainya.

Seperti diketahui bom bunuh diri terjadi di Masjid Ad Dzikra, Polresta Cirebon pada 15 April 2011. Satu orang tewas yakni pelaku bom bunuh diri itu sendiri bernama M Syarif.

Kini menyusul bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah pada 26 Juni. Satu orang juga tewas yakni pelaku sendiri bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Urip alias Pino Damayanto.

(gus/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads