Soal Bom Solo, Hidayat: Inggris & AS Juga Pernah Kecolongan Bom

Soal Bom Solo, Hidayat: Inggris & AS Juga Pernah Kecolongan Bom

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2011 13:14 WIB
Soal Bom Solo, Hidayat: Inggris & AS Juga Pernah Kecolongan Bom
Solo - Imbauan perjalanan yang dikeluarkan Kemlu Inggris terkait ancaman teror, ditanggapi beragam. Ketua BKSAP DPR Hidayat Nur Wahid yakin pemerintah sanggup melindungi warganya. Sedangkan Walikota Surakarta Joko Widodo mengabaikan imbauan Kemlu Inggris itu.

"Saya kira Pemerintah Indonesia telah melaksanakan secara optimal kewajibannya melindungi seluruh warga negara maupun warga asing yang bertamu disini," ujar Hidayat usai mengikuti pembukaan Asian Parliamentary Assembly (APA) di The Sunan Hotel, Solo, Rabu (28/9/2011).

Dia mengatakan kejadian bom bunuh diri di Solo, minggu lalu bisa disebut sebagai kecolongan. Namun demikian, tidak kemudian bisa dikatakan pemerintah Indonesia tidak hadir dalam persoalan perlindungan terhadap warga dan tamu di negaranya.

"Penyimpangan kondisi seperti itu memang bisa terjadi. Tapi harus diingat dalam kondisi seperti itu bom di Inggris jauh lebih mengerikan. Bisa menewaskan orang lebih banyak, bukan hanya menewaskan seorang yang merupakan pelakunya seperti kemarin itu. Bom di Amerika juga lebih mengerikan lagi dampaknya," ujar Hidayat.

Sementara itu Ketua DPR RI, Marzuki Alie saat ditemui di tempat yang sama, menilai imbauan perjalanan dari Kemlu Inggris kurang tepat. Terlalu berlebihan menurutnya jika imbauan dikeluarkan hanya karena ledakan di Solo.

"Memang ada ledakan seperti yang terjadi Solo kemarin. Tetapi itu sangat kecil dan itu dilakukan oleh segelintir orang yang mungkin saja tidak puas dengan kondisi yang terjadi. Tapi itu bukan hal yang kemudian harus dibesar-besarkan," ujarnya.

Sedangkan Walikota Surakarta Joko Widodo memilih tidak menghiraukan imbauan perjalanan terhadap tiga kota terkait ancaman teror yaitu Surabaya, Semarang, dan Solo tersebut. "Tidak ada itu. Yang ada paling-paling hanya iimbauan, tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali. Solo aman, kunjungan juga tetap tinggi. Tidak ada yang membatalkan kedatangan kemari," ujarnya.

(mbr/fay)


Berita Terkait