Kholil, demikian nama guru yang mengajar pelajaran adab, akhlak, dan Bahasa Arab itu mengakui tangannya sempat mengenai muka salah satu muridnya, Ade Sukma Fachrurromdzi. Namun saat itu, Kholil mengaku tidak berniat memukulnya.
"Waktu itu saya cuma menyuruh dia pergi karena mengganggu saya yang tengah mengetik skripsi. Saya spontanitas saja mengangkat tangan menyuruh dia pergi," kata Kholil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kholil juga mengaku tidak tahu Ade Sukma terluka akibat terkena tangannya. "Saya tidak tahu Sukma cedera, begitu tahu, saya langsung meneteskan air mata," cerita Kholil.
Setelah kejadian itu, Kholil mengaku telah meminta maaf kepada orang tua Ade Sukma. Kholil juga memberi Ade Sukma sebuah buku sebagai tanda permintaan maafnya.
"Saya sudah minta maaf kepada orang tuanya, saya kira sudah baik-baik dan nggak ada apa-apa," kata Kholil.
Namun Kholil siap jika orang tua Ade Sukma tetap melanjutkan kasus ini ke kepolisian. Kholil siap mengikuti proses hukum yang berlaku. "Kalau dibawa secara pidana saya ikuti proses saja," katanya.
Sebelumnya diberitakan, orang tua Ade Sukma, Boeing Karnadi melaporkan Kholil ke polisi dengan tudingan pemukulan. Menurut Boeing, anaknya pingsan dan terluka hingga harus dijahit akibat dipukul gurunya itu. Kasus ini ditangani oleh Unit PPA Polres Metro Jakarta Barat.
(ken/asy)











































