SBY Harus Copot Kapolri & KaBIN Jika Terus Kecolongan

SBY Harus Copot Kapolri & KaBIN Jika Terus Kecolongan

- detikNews
Rabu, 28 Sep 2011 01:31 WIB
Jakarta - Direktur Program Imparsial, Al Araf, menilai Presiden perlu melakukan evaluasi kinerja Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto. Hal tersebut dikemukakan karena pemerintah telah kecolongan terkait peristiwa peledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

"Saya rasa perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja kepolisian dan intelijen. Dilihat dulu derajat kesalahannya seperti apa, kalau fatal ya Kapolri dan KaBIN harus dicopot," kata Araf, saat dihubungi detikcom, Selasa (27/9/2011) malam.

Menurut Araf, pidato Presiden yang mengatakan perlu diadakan audit internal terhadap kepolisian dan intelijen mengindikasikan 3 hal. Pertama, intelijen telah memberikan informasi kepada kepolisian tapi tidak ditanggapi dengan serius.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua, intelijen dan kepolisian yang bekerja di lapangan tidak berdasarkan perintah komandan. Ketiga, intelijen dan kepolisian sudah tahu akan adanya rencana pengeboman tersebut tapi dibiarkan," terangnya.

Menurut Araf, yang paling penting saat ini adalah memastikan langkah yg konkret untuk melakukan audit internal. Audit internal tersebut harus dilakukan oleh pihak di luar kepolisian dan intelijen sehingga lebih objektif.

"Audit internal dilakukan oleh DPR, Komnas HAM dan Kompolnas sehingga ada tim yang bekerja agar menjadi objektif. Hasil audit tersebut harus diumumkan kepada publik," tutur Araf.

(rdf/rdf)


Berita Terkait