Dari data yang dihimpun detikcom, terbakarnya hutan savana Gunung Merbabu berawal dari munculnya titik api yang diketahui oleh penduduk pertama muncul di wilayah Selo, Boyolali sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa (27/9/2011). Akibat arah angin yang kencang ke arah barat, api yang membakar merambat dan meluas hingga ke wilayah Kabupaten Magelang.
"Awalnya dari Selo kemudian api semakin membesar dan masuk ke wilayah Magelang. Tepatnya di dua dusun yaitu Desa Kekoan dan Desa Gerotan Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Yang di situ terdapat Kali Soti yang merupakan kawasan danau dari Gunung Merbabu," ungkap Suyatno (40) warga Dusun Plentungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan saat ditemui detikcom di radius 10 kilometer dari tempat kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan turun sedikit sudah ada hutan pinus. Setelah hutan pinus turun lagi sudah pemukiman warga. Yah kami-kami agak sedikit was-was," jelas Suyatno.
Selain itu, di musim kering seperti sekarang ini terbakarnya hutan di kawasan Gunung Merbabu sudah menjadi kebiasaan. Bila hutan terbakar maka beberapa binatang buas yang ada di sekitar hutan pinus akan turun. Jadi mau tidak mau warga harus secara sukarela melakukan jaga malam atau ronda.
"Kalau memang nanti api tidak padam. Pasti kami-kami warga akan melakukan penjagaan malam secara swadaya bersama-sama. Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran dan turunnya binatang-binatang buas ke pemukiman penduduk," tukas Arif (34) warga lainya.
Dari pantauan detikcom di radius 10 kilometer dari puncak, ratusan warga di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ngablak, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Pakis berjaga-jaga di sekitar kampung.
Bahkan, terlihat lalu lalang mobil dari Taman Nasional Gunung Merapi Merbabu (TNGM), mobil dan relawan SAR Kabupaten Magelang, mobil patroli Polres Magelang melakukan penjagaan.
Sampai berita ini diturunkan api yang membakar kawasan puncak Gunung Merbabu masih menjalar dan menyala. Disertai dengan mengeluarkan asap yang begitu banyak. Namun, api sempat mengecil dan tidak terlihat karena tertutup oleh kabut tebal yang menyelimuti Gunung Merbabu.
Belum diketahui pasti apa penyebab dari kebakaran yang mengakibatkan kawasan puncak Gunung Merbabu dikuasai oleh si jago merah.
(rdf/rdf)











































