"Karnaval besok digelar untuk menyambut pelaksanaan Asian Parliamentary Assembly (APA) yang digelar di kota kami pada 28-29 September. Acara itu diikuti oleh perwakilan dari 41 negara di Asia. Kami ingin menyambutnya dengan gembira," kata Walikota Surakarta, Joko Widodo, kepada wartawan usai memimpin rapat teknis persiapan pelaksanaan karnaval di rumah dinas Walikota Surakarta, Selasa (27/9/2011).
Joko mengatakan, sejak semula memang pihaknya mengusulkan digelar karnval budaya. Namun dua pekan lalu, panitia pusat APA memutuskan untuk membatalkannya dengan alasan tidak ada persiapan waktu bagi para peserta untuk mengikuti karnaval. Selain itu, tidak dana yang memadai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kaitannya dengan aksi bom itu. Kami hanya ingin menyambut gembira para tamu 41 negara yang datang ke kota kami. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kota kami tetap indah, aman dan nyaman untuk dikunjungi. Sedangkan biaya pelaksanaannya ditanggung Pemkot sendiri," ujarnya.
Dia mengatakan hingga saat ini sudah terdaftar 1.665 peserta dari berbagai kalangan yang akan turut serta meramaikan karnaval, baik dari kalangan seniman, pelajar, sanggar, hingga ormas dan orpol. Jumlah itu disebutnya masih akan bertambah lagi.
"Para tokoh agama juga akan ikut serta dalam karnaval. Ini menunjukkan bahwa Solo rukun dan toleran. Besok Pak Walikota juga akan ikut serta karnaval mengenakan pakaian wayang Kresna, sedangkan saya akan tampil dengan pakaian wayang Bima," sambung Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo, yang juga hadir dalam pertemuan itu.
Lebih lanjut Jokowi dan Rudy juga memastikan bahwa tidak ada satupun acara yang sudah terjadwalkan di Solo yang akan diubah atau dibatalkan. Salah satu yang tetap akan dilaksanakan adalah Solo Keroncong Festival yang akan diadakan di Ngarsopuro 29-30 September 2011.
Acara itu akan menghadirkan 36 grup keroncong dari seluruh tanah air. Selain itu juga akan menghadirkan para pelantun lagu-lagu keroncong dalam dan luar negeri. Dari luar negeri akan tampil penyanyi dari Italia, Jepang, Hongaria dan lain-lainnya.
(mbr/lia)











































