Pemerintah Perbaiki 153 Ribu Kelas SD & SMP yang Rusak Berat

Pemerintah Perbaiki 153 Ribu Kelas SD & SMP yang Rusak Berat

- detikNews
Selasa, 27 Sep 2011 17:58 WIB
Jakarta - Bangunan sekolah yang rusak sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Pemerintah berencana merehabilitasi terhadap 153 ruang kelas SD dan SMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Keputusan tersebut diambil dalam sebuah rapat Komite Pendidikan yang dipimpin Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2011). Rapat dihadiri antara lain oleh Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menpora Andi Mallarangeng.

"Intinya untuk pendidikan dasar diharapkan betul 2012 tidak lagi dijumpai yang rusak berat-rusak berat," kata M Nuh usai rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan itu jumlahnya mencapai Rp 20,4 triliun. Sedangkan ruang kelas yang rusak berat berdasarkan data terakhir berjumlah sekitar 153 ribu.

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat menambahkan, data ruang kelas yang rusak itu berdasarkan hasil pengumpulan data oleh Surveyor Indonesia. Pengumpulan data tersebut telah mencapai 70 persen sekolah di Sumatera, Jawa dan Bali. Sedangkan 30 persen sisanya untuk wilayah di Kalimantan, Sulawesi hingga Papua masih berlangsung dan ditargetkan selesai akhir 2011.

Yopie mengatakan, pemerintah akan menuntaskan rehabilitasi seluruh kelas yang rusak berat ini pada tahun anggaran 2011-2012. Untuk tahun anggaran 2011, akan direhabilitasi sebanyak 21.500 ruang kelas (SD 18.000 ruang dan SMP 3.500 ruang) dengan total anggaran Rp 2,8 triliun, terbagi ke antara lain untuk SD Rp 2,3 triliun dan untuk SMP Rp 518 miliar.

Dari total dana Rp 2,8 triliun itu, lanjutnya, Rp 700 miliar di antaranya berasal dari hasil penghematan anggaran Kemendiknas di APBN. Penyalurannya berupa blockgrant yang langsung disalurkan ke sekolah- sekolah. Sementara Rp 2,1 triliun berasal dari pos Dana Alokasi Khusus (DAK) di daerah-daerah yang dalam pelaksanaannya nanti masih memerlukan tender.

Yopie menjelaskan, masalah yang kemungkinan dihadapi adalah penyelesaian pekerjaan fisik rehabilitasi ruang kelas/ruang belajar SD dan SMP yang rusak berat ini melampaui kalender anggaran 2011. Selain itu, proses penentuan petunjuk teknis (Juknis) DAK 2011 oleh DPR juga baru selesai pada Agustus 2011. Maka, pemerintah akan memantau dan mengupayakan jangan sampai ada anggaran yang belum terserap pada akhir 2011.

"Sedangkan untuk 2012 pemerintah akan merehabilitasi sisa 131.526 ruang kelas (untuk SD 92.598 ruang dan SMP 38.928 ruang) dengan total anggaran Rp 17,586 triliun (untuk SD Rp 11,8 triliun dan SMP Rp 5,8 triliun). Pemerintah akan menyiapkan dan memprioritaskan anggaran 2012 untuk program rehabilitasi ruang sekolah yang rusak ini," cetusnya.

(irw/lh)


Berita Terkait