Aat, Ketua RT 4 RW 1, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon menceritakan penolakan berulang kali dari Hayat saat dimintai data diri untuk data RT. Sudah setahun, Aat mencoba meminta identitas diri Hayat.
"Itu pertama kali setahun lalu saya minta dokumen identitas, untuk didata. Tapi tidak pernah diberikan. Sudah berkali-kali malah," kata Aat, Selasa (27/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saking geramnya, Aat pernah mengancam akan memanggil polisi agar dokumen identitas Hayat bisa didokumentasikan di RT. Dari situlah Aat mulai curiga Hayat terlibat jaringan teroris.
"Kan kabarnya begitu. Yang terlibat terorisme biasanya tertutup dan tidak mau terbuka soal identitas diri," kata Aat.
Tidak hanya Hayat yang tertutup, penghuni lain di rumah kontrakan Jl Pandesan itu, juga tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga. Selain Daud dan Hindun yang merupakan orangtua Hayat, ikut tinggal juga beberapa pegawai Daud yang membantunya berjualan bakso.
Hayat kini telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Dia dimakamkan di sebelah M Syarif, pelaku bom di masjid kompleks Mapolresta Cirebon. Pemakaman Hayat hanya dihadiri sepupunya, sementara sang ibu hanya menunggu di dalam mobil sambil menangis.
(fay/vit)











































