3 Opsi PKB: Dukung SBY, Hasyim, Oposisi
Kamis, 08 Jul 2004 01:16 WIB
Jakarta - PKB punya 3 alternatif dalam Pilpres putaran dua. Pertama, mendukung SBY. Kedua, mendukung Hasyim Muzadi. Ketiga, bersikap oposisi. Pilih yang mana?"Kita telah diskusi dengan Gus Dur, tapi belum final. Ada tiga alternatif yang akan diambil PKB dalam Pilpres putaran dua," kata Wakil Ketua Umum PKB Mahfud MD di kantor DPP PKB Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2004) malam.Dituturkan dia, pertama, mendukung SBY apabila itu berdasarkan pada pilihan rasional untuk perubahan. Kedua, apabila pilihannya emosional, kemungkinan akan mendukung Hasyim. Ketiga, bersikap oposisi dan memperkuat oposisinya di tingkat parlemen.Untuk memfinalkan masalah ini, lanjut Mahfud, PKB memerlukan Mukernas. Di mana forum tersebut nantinya akan melibatkan seluruh pimpinan wilayah, cabang, dan para kiai."Karena keputusan tentang itu harus hati-hati, dan kita serahkan kepada forum yang merepresentasikan seluruh kekuatan PKB. Masih ada waktu kita berpikir hingga tanggal 26 Juli (penetapan hasil perolehan suara Pilpres)," ujarnya.Soal minimnya perolehan suara Wiranto-Wahid dari PKB, Mahfud mengingatkan kalau sekarang ini masih dalam proses perhitungan suara yang belum final. Secara politik, masih ada peristiwa-peristiwa politik lain yang bisa saja menaikkan suara Wiranto-Wahid.Dia pun menilai Golkar setengah hati dan tidak maksimal untuk memberikan dukungan kepada Wiranto-Wahid.Menanggapi keunggulan sementara SBY-Kalla di Jawa Timur, menurut Mahfud, itu adalah keuntungan politik dari konflik antara PKB yang punya calon Salahuddin Wahid Gus Solah, dan PBNU yang mencalonkan Hasyim Muzadi. Lalu mereka mencari alternatif, sehingga suaranya signifikan masuk ke SBY di Jawa Timur."Jadi PKB sendiri harus berani mengakui kekalahan dengan kandidat lain. Dan mengucapkan selamat kepada SBY. Sekarang ini tinggal mencari alternatif baru dan pilihan politik baru untuk mendukung atau beroposisi," ujarnya.Soal 3 opsi, secara pribadi Mahfud memiliki pandangan untuk beroposisi. "Karena kita kan sudah mencalonkan orang, dan misalnya kalah, ya sudah kita tinggal memperkuat di parlemen. Tidak usah di pemerintahan, agar PKB terlihat memiliki performa yang baik di mata konstituen. Itu sikap pribadi saya," tukasnya.Karena, lanjut dia, ada sikap lain yang memiliki pemikiran PKB tidak boleh tidak ikut dalam pemerintahan. Karena meskipun di parlemen jumlahnya tidak banyak, tapi di tingkat pendukung, jumlahnya bisa menjamin stabilitas pemerintahan."Soal kekalahan Wiranto itu juga tidak terlepas dari pengaruh PKS. Apabila PKS tidak memberikan fatwa mendukung Amien, maka yang akan diuntungkan adalah Wiranto-Wahid. Namun karena fatwa sudah terlanjur dikeluarkan ke Amien, itupun juga tidak mempengaruhi suara bagi Amien. Artinya dengan fatwa itu, Amien tidak memiliki suara signifikan untuk masuk ke putaran dua," demikian Mahfud.
(sss/)











































