Hasyim: Kubu Akbar Mendekat, PKB akan Didekati

Hasyim: Kubu Akbar Mendekat, PKB akan Didekati

- detikNews
Kamis, 08 Jul 2004 01:05 WIB
Jakarta - Cawapres Hasyim Muzadi mengaku mendengar kalau kubu Akbar Tandjung mulai melakukan pendekatan kepada kubu Mega-Hasyim. Sedangkan PKB akan didekati.Hal itu disampaikan Hasyim di Kantor PBNU jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2004) malam.Ada sinyalemen kubu Akbar sudah mulai mendekati kubu Mega-Hasyim? "Saya mendengar begitu. Tapi sampai sekarang, tim sukses belum lapor ke saya. Ya tinggal tunggu waktu sajalah bagaimana konkritnya," katanya.Hasyim juga mengaku dalam waktu dekat akan mendekati PKB. "Insya Allah dalam waktu dekat saya akan mendekati PKB," ujarnya.Menurut dia, soal keberhasilan masuk Pilpres putaran dua lebih dikarenakan citra pasangan menarik para simpatisan daripada kerja mesin politik dalam penyampaian visi, misi dan program."Karena dalam waktu yang begitu singkat, orang tidak akan sempat mempelajari program partai. Tapi lebih karena faktor kepercayaan," kata Hasyim."Mungkin dalam putaran dua nanti, kita akan konsolidasi. Mudah-mudahan waktu senggang selama 2 bulan ini bisa digunakan untuk mensinergikan antartim sukses. Karena memang ada beberapa yang jalan sendiri tanpa ada koordinasi," ujarnya.Mengenai kasus penggelembungan pemilih di Ponpes Al Zaytun Indramayu Jawa Barat, Hasyim menyerahkannya kepada Panwas Pemilu. "Ya dilihat saja, itu melanggar atau tidak. Kalau ada pelanggaran ya proses secara hukum. Biarlah Panwas yang menangani," katanya.Bendung SBY-KallaSekjen Komite Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pendukung Mega Cupli Risman menilai SBY-Kalla merupakan kekuatan Orba lanjutan untuk melanjutkan pemerintahan militeristik dan menyampingkan proses pendidikan politik kepada rakyat."Sehingga harus ada upaya membendung kekuatan duet pasangan ini," katanya di kantor sekretariatnya jalan Kramat Sentiong Senen Jakarta Pusat, Rabu (7/7/2004) malam.Untuk itu, lanjut dia, minggu kedua bulan ini akan ada konsolidasi civil society yang akan dihadiri oleh jaringan nasional kampus dan LSM yang memiliki akar kuat di grass root.Forum itu, tutur dia, akan menguji sejauhmana komitmen pasangan SBY-Kalla memahami dan mampu mencari solusi atas persoalan bangsa. Pasangan Mega-Hasyim juga akan dikaji apakah masih layak untuk diberikan dukungan."Artinya dari kedua pasangan ini akan ada perbedaan yang menonjol dalam hal kepemimpinan dan cara menyelesaikan krisis bangsa ini. Karena darah sipil dan darah militer memiliki peran dan corak dalam membangun demokrasi," kata Cupli. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads