Golkar Duga Ada yang Permainkan Angka TNP
Kamis, 08 Jul 2004 00:21 WIB
Jakarta - Golkar menduga ada yang bermain dalam angka-angka yang ditampilkan di Tabulasi Nasional Pusat (TNP)."Tapi kami tidak tahu di titik mana, dan siapa yang melakukannya," kata Ketua Bappilu Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Golkar jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (7/7/2004) malam.Dugaan itu, lanjut dia, dikarenakan ada perbedaan antara angka yang dihitung KPU dengan yang dihitung pihaknya."Kalau di kami, selisih prosentase antara pasangan nomor urut satu dengan nomor urut dua selalu nol koma. Tapi dalam hitungan KPU selalu konstan dua sampai tiga persen," tuturnya.Ditegaskan Slamet, pihaknya tidak ingin ada distorsi dan skenario kalau yang diumumkan KPU seolah-olah sama dengan hasil quick count. Sehingga membangun opini kalau yang harus terjadi seperti demikian."Kami ingin hasil Pemilu sesuai dengan keinginan rakyat. Apalagi masih ada percekcokan dengan adanya Surat Edaran KPU. Karena di tempat lain banyak yang tidak mematuhi. Bahkan ada yang menghitung ulang tanpa ada saksi dari pihak kandidat. Kami juga menyayangkan kenapa kesepakatan DPR dengan KPU bahwa hasil Pilpres di tiap TPS ditempel tidak dilakukan," keluhnya.Data yang digunakan di Partai Golkar, jelas Slamet, adalah data manual yang sudah diotorisasi pimpinan daerah. Pihaknya melakukannya secara bertahap dan menginputnya secara gradual."Data yang kami pergunakan bisa dipertanggungjawabkan validasinya. Tapi bagaimana dengan KPU, kami tidak tahu," ujarnya."Karena itu kami malam ini mengirim surat kepada KPU supaya sebelum perhitungan manual dilakukan 2-3 hari mendatang, setiap kandidat diberikan 1 set copy hasil dari tingkat TPS hingga PPK. Sehingga diperoleh data yang transparan dan objektif," demikian Slamet.
(sss/)











































