"Kaitan secara langsung tidak ada. Masih kita dalami. Tapi kalau tidak langsung mungkin bisa ada," ujar Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam saat dihubungi, Selasa (27/9/2011)
Anton menegaskan, kedua aksi teror itu sama-sama ingin membuat masyarakat resah. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi atas insiden ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum bom bunuh diri di gereja GBIS, Solo meledak, Minggu (25/9), 3 bom ditemukan di Ambon. Dua bom di jalan Karang Panjang dan terminal Mahardika meledak meski tidak memakan korban jiwa. Sementara bom yg ditemukan Minggu (25/9) pagi di gereja Maranatha tidak meledak.
Terakhir, sebuah bom kembali ditemukan di sebuah gereja di Karang Panjang. Polri menduga 4 rentetan bom didalangi oleh pelaku yang sama.
(ape/lrn)











































